PANGKALPINANG — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan audiensi resmi dari manajemen PT Central Proteina Prima Tbk (PT CPP) pada Selasa (11/8/2026). Pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri perikanan untuk memacu produktivitas sektor budidaya udang vaname secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala DKP Babel, Kepulauan Bangka Belitung Yopi Wijaya menyambut baik dan mengapresiasi peran aktif pihak swasta yang konsisten memberikan pendampingan teknis serta penguatan sarana hulu-ke-hilir bagi para petambak di Pulau Bangka maupun Pulau Belitung.
Berdasarkan pemetaan dan koordinasi lapangan hingga tahun 2026, kemitraan pendampingan teknis CP Prima telah menjangkau 2.093 kolam existing. DKP Bangka Belitung menilai luasnya sebaran pendampingan ini sangat strategis dalam memperkuat sentra-sentra budidaya lokal, meliputi: Sungailiat, Koba, Toboali, Belinyu, Air Anyir, Penagan, Tempilang, Lepar, Penyak, Cupat, Kayu Besi, hingga Mapur. Sementara di wilayah Belitung mencakup kecamatan Membalong, Limbongan, Lilangan, Dukong, Tanjung Kelumpang, Bantan, dan sekitarnya.
Komitmen Sinergi Pemerintah & Swasta
DKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Kehadiran pelaku industri dalam memberikan pengawalan hulu-ke-hilir dinilai krusial agar pengembangan budidaya udang vaname tidak hanya berfokus pada kuantitas produksi, tetapi juga mengedepankan keamanan biosekuriti, kehati-hatian, serta kelestarian lingkungan.
Melalui sinergi ini, DKP Bangka Belitung berharap dapat menciptakan iklim usaha perikanan budidaya yang makin tangguh, meningkatkan kesejahteraan petambak lokal, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi pesisir daerah.