Sungailiat- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperluas jangkauan edukasi kelautan bagi generasi muda guna merespons ancaman kerusakan ekosistem laut. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan "Penjangkauan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil" bertema Save Ocean yang diselenggarakan di SMAN 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Selasa hingga Rabu, 19-20 Mei 2026.
Program yang didanai melalui APBD DKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini menyasar kalangan pelajar sebagai agen perubahan masa depan. Melalui pendekatan edukatif yang memadukan teori dan praktik langsung, DKP Babel berupaya menumbuhkan kepedulian kolektif terhadap kelestarian wilayah pesisir.
Plh Kepala DKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subeki menegaskan, sebagai wilayah kepulauan, Bangka Belitung dianugerahi kekayaan sumber daya kelautan yang melimpah. Keberadaan ekosistem penting seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta menopang ruang hidup biota laut dan ekonomi masyarakat pesisir. "Namun demikian, ekosistem tersebut saat ini menghadapi berbagai tekanan nyata, mulai dari pencemaran laut, maraknya sampah plastik, aktivitas tidak ramah lingkungan, hingga dampak perubahan iklim," ujar Subeki. Oleh karena itu ia menilai intervensi edukasi sejak dini dinilai mendesak untuk memutus rantai perilaku yang merusak lingkungan perairan.
Berbeda dengan sosialisasi konvensional, kegiatan penjangkauan kali ini menerapkan metode pembelajaran dua sesi: di dalam kelas dan praktik langsung di kolam. Pada sesi kelas, sebanyak 50 orang siswa SMAN 1 Sungailiat dibekali materi mengenai profil dan peran DKP Babel, tata kelola wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, hingga pentingnya konservasi sumber daya kelautan. Sementara pada sesi praktik, peserta diperkenalkan pada teknik pemantauan bawah air. Metode ini diharapkan memberikan pengalaman yang lebih nyata dan menarik. Siswa tidak sekadar menyerap teori di atas kertas, tetapi bisa merasakan langsung bagaimana urgensi menjaga ekosistem laut tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil, Harun, mengungkapkan model pendekatan interaktif ini sebelumnya telah sukses diujicobakan di SMA Negeri 1 Pangkalpinang tahun lalu. “Evaluasi dari pelaksanaan terdahulu menunjukkan adanya lonjakan pemahaman dan sensitivitas emosional para siswa terhadap isu-isu lingkungan di sekitar mereka. Keberhasilan itulah yang mendorong DKP Babel untuk memperluas program ini ke wilayah lain di Bangka Belitung,” Ungkap Harun.
“Kami sungguh berharap keterlibatan aktif institusi pendidikan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Output jangka panjang yang dibidik adalah lahirnya generasi baru yang melek literasi kelautan dan siap menjadi garda depan dalam mengawal kelestarian bahari di Provinsi yang kita cintai ini,” Tutup Harun.
Antusiasme dalam kegiatan ini juga disampaikan oleh Mirza dan Pradipta Siswa kelas XII SMA Negeri Satu Sungailiat ini mengungkapkan keseruan mereka dalam kegiatan ini. “Seru karena kegiatan ini menambah wawasan kami dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” ungkap mereka.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Sekolah SMANSA Sungailiat, Ali Akbar juga menyampaikan apresiasinya terhadap DKP Provinsi yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di sekolahnya. Ia berharap para siswa yang telah mengikuti kegiatan ini menjadi bersemangat dan menjadi generasi muda yang peduli lingkungan.
Melalui gaung Save Ocean (Jaga Laut, Jaga Kehidupan, Jaga Masa Depan), para pelajar diajak untuk memulai aksi dari lingkungan terdekat. Langkah-langkah sederhana seperti bijak memilah sampah, menolak pembuangan sampah sembarangan, serta menekan penggunaan plastik sekali pakai dianggap mampu memberikan dampak proteksi yang besar jika dilakukan secara konsisten.