Secara umum, harga komoditas perikanan di sepanjang Bulan Oktober menunjukkan variasi signifikan antar-wilayah.Pangkalpinang dan beberapa wilayah Bangka (terutama Bangka Selatan dan Bangka Tengah) cenderung mencatatkan harga tertinggi untuk komoditas bernilai tinggi seperti Cumi-Cumi dan Udang. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan di pusat ibu kota (Pangkalpinang) dan biaya logistik serta rantai pasok yang berbeda.
Wilayah Belitung dan Belitung Timur umumnya menunjukkan rentang harga yang lebih stabil atau sedikit lebih rendah untuk beberapa komoditas laut tangkap dibandingkan dengan wilayah Bangka.Dua komoditas utama menunjukkan harga paling tinggi di seluruh provinsi adalah Udang dan Cumi-Cumi. Udang: Mencapai puncaknya di Pangkalpinang mencapai haga (Rp120.000) dan Belitung Timur (Rp120.000). Harga ini menunjukkan bahwa Udang tetap menjadi produk seafood bernilai ekonomi tinggi di seluruh provinsi.
Cumi-Cumi: Harganya juga sangat tinggi, rata-rata harganya mencapai Rp100.000. dengan harga tertinggi di Kabupaten Bangka hingga mencapai Rp.120.000.
Untuk ikan Kurisi: Harga cenderung lebih stabil di kisaran Rp40.000 - Rp50.000 di hampir semua wilayah, namun mencapai puncak Rp75.000 di Pangkalpinang. Ini mengindikasikan lonjakan permintaan atau keterbatasan pasokan Kurisi di wilayah Bangka Selatan pada periode tersebut.
Tongkol: Merupakan salah satu komoditas laut yang harganya relatif terjangkau dan stabil, berkisar antara Rp30.000 - Rp40.000 di sebagian besar wilayah.Lele dan Nila: Sebagai ikan air tawar/budidaya, harganya relatif seragam dan terjangkau, umumnya berkisar Rp30.000 - Rp45.000 di seluruh wilayah, menunjukkan stabilitas produksi dari sektor budidaya.