Program Pelangi, Manfaatkan Kolong Bekas Tambang untuk Habitat Ikan Hias

Tanjung Gunung-  Kolong bekas tambang timah yang banyak terdapat di Kepulauan Bangka Belitung ternyata menyimpan potensi sebagai tempat habitat hidup ikan hias lokal. 

Hal tersebut disampaikan oleh Tim  Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPPUPP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Arif Wibowo kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin, (26/10/2020) di ruang pertemuan  Pan Semujur cottage, Bangka Tengah.

Dalam presentasinya, Arif menyampaikan bahwa BRPPPUPP sedang menggalakkan program Pelangi yaitu Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang untuk Pengembangan Ikan. 
"Program Pelangi yang dirintis ini adalah sebagai upaya memanfaatkan kolong bekas tambang timah agar bernilai ekonomis, Kami melakukan kajian sebelumnya  bekerja sama dengan PT Timah dan untuk kolong bekas tambang yang berusia kurang lebih lima tahun  kondisi airnya bisa dipakai sebagai habitat ikan hias lokal endemik Bangka seperti ikan Sepat mata merah, jenis cupang endemik lokal dan Ikan silincah Belontia Hasselti," jelas Arif.

Ia menambahkan ikan hias lokal tersebut dapat hidup dalam kondisi air di kolong bekas tambang yang relatif asam. Lebih jauh ia menerangkan  Program Pelangi bertujuan untuk menciptakan  pemberdayaan masyarakat, menjaga kelestarian Alam yang berkesinambungan khususnya stok ikan lokal di Perairan daratan Bangka.
"Jangka panjangnya program ini akan menghasilkan indukan ikan hias lokal Generasi I, hasil domestikasi tersebut akan ditebar di alam, pada kolong bekas galian tambang timah dibagikan kepada kelompok masyarakat sehingga nantinya program ini mampu mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ekspor ikan hias," kata Arif.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyambut baik Program Pelangi yang disampaikan Balai Riset yang berpusat di Palembang ini.
"Ini program bagus, saya minta segera dilakukan jangan tunggu lagi, permasalahan kita banyak kolong bekas tambang yang belum direklamasi tentu bagus apabila kolong eks tambang  yang bisa dimanfaatkan, apalagi untuk ikan hias lokal nantinya  bisa jadi komoditas ekspor dari Bangka Belitung," ujar Gubernur.
Dirinya juga meminta Tim Riset untuk memantau kolong yang berlokasi di Bhay Park, Komplek Perkantoran Gubernur. "Coba survey di kolong Bhay Park, lokasinya dekat bagus sekali kalau bisa jadi kolong percontohan," tutup Gubernur.
Saat ini tercatat kolong bekas galian tambang timah sebanyak 887 kolong dengan luasan 1.712 ha.

Sumber: 
DKP, Humas
Penulis: 
Mutiah Sahiddin
Fotografer: 
Mutiah Sahiddin
Editor: 
Eko Prasetyo
Tags: 
Ikan Hias Babel | DkP Babel