Penyusunan Analisis Jabatan Struktural dan Fungsional

Penyusunan Analisis Jabatan Struktural dan Fungsional

I. LATAR BELAKANG

      Organisasi birokrasi dihadapkan pada harapan masyarakat yang semakin tinggi. Agar organisasi birokrasi semakin mampu bekerja secara profesional, efektif dan efisien, maka diperlukan pemetaan yang lengkap dan menyeluruh atas seluruh informasi jabatan dalam organisasi yang dikenal dengan Analisis Jabatan.

        Sesuai dengan Perka BKN No. 12 Tahun 2011 tentang Analisis Jabatan, diharapkan proses pengumpulan data jabatan untuk dianalisis, disusun, dan disajikan menjadi informasi jabatan dengan menggunakan metode tertentu. Uraian tugas menjadi informasi yang paling penting dalam proses analisis jabatan. Dengan adanya analisis jabatan dapat dilakukan pemetaan organisasi tersebut . Sehingga akan diperoleh informasi yang akurat untuk menyusun program dan kegiatan penataan manajemen sumber daya aparatur, kelembagaan, ketatalaksanaan serta perencanaan pendidikan dan pelatihan.

       Analisis jabatan merupakan suatu cara mendasar dalam manajemen sumber daya manusia untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dan lengkap mengenai suatu posisi jabatan, kemudian menyadurnya ke dalam format yang memudahkan memahami secara akurat informasi tentang jabatan dalam organisasi, serta merancang program dan kegiatan penataan jabatan dan peningkatan kompetensi jabatan. Dan hasil dari hal tersebut dapat di lihat pada peta jabatan sebuah organisasi.

        Analisis jabatan yang dilakukan dengan teliti akan menghasilkan kurang lebih 17 informasi jabatan yang akurat, dan kemudian dapat dijadikan bahan baku baik untuk proses pengelolaan SDM, seperti evaluasi jabatan, rekrutmen dan seleksi, manajemen kinerja, penyusunan kompetensi dan pelatihan.

II. TUJUAN

Tujuan dari Analisis Jabatan, antara lain :

1. Tujuan Kelembagaan

    Analisa Jabatan dapat digunakan untuk tujuan kelembagaan, antara lain :

  1. Penyusunan organisasi baru.
  2. Penyempurnaan organisasi yang ada saat ini.
  3. Peninjauan kembali alokasi tugas, wewenang dan tanggung jawab tiap jabatan.
  4. Penyempurnaan fungsi tiap jabatan.

2. Tujuan Manajemen Kepegawaian
    Analisa Jabatan dapat digunakan untuk tujuan kepegawaian, antara lain :

  1. Perbaikan sistem rekrutmen/seleksi pegawai.
  2. Informasi penting penilaian jabatan.
  3. Penyusunan jenjang karir (Career Planning).
  4. Penyempurnaan pola mutasi/promosi/rotasi.
  5. Perbaikan program pelatihan dan pendidikan pegawai.

3. Tujuan Ketatalaksanaan
    Analisa Jabatan dapat digunakan untuk tujuan ketatalaksanaan, antara lain :

  1. Penyusunan dan penyempurnaan standarisasi kerja dan sarana pekerjaan.
  2. Penyusunan dan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja.
  3. Penyusunan dan penyempurnaan metode dan analisa ketatalaksanaan pekerjaan.

III. KELUARAN

         Keluaran (output) kegiatan ini adalah Dokumen Analisis Jabatan yang memuat mengenai Peta Jabatan dan Informasi Jabatan sebanyak 16 Informasi Jabatan, termasuk di dalamnya rincian tugas, wewenang, pengalaman kerja, syarat jabatan, hasil kerja, bahan kerja, kompetensi, dan lain-lain.

IV. HASIL
        Hasil (outcome) dari Analisis Jabatan ini, antara lain :

  1. Masukan utama bagi penataan kelembagaan (penyusunan, pengembangan, penyempurnaan unit dan hubungan tata kerja organisasi), penataan kepegawaian (pengadaan, pengelolaan administrasi dan jenjang karir) dan penataan ketatalaksanaan (sistem dan prosedur kerja).
  2. Menyelaraskan antara pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan sumber daya manusia aparatur.
  3. Meningkatkan akurasi dan akuntabilitas pengukuran evaluasi jabatan sebagai salah satu basis perhitungan tunjangan kinerja pegawai.

 

Penulis: 
Sentosa Lumban Toruan
Sumber: 
Humas DKP ( slt)
Tags: 
Anjab

Artikel

15/12/2015 | Jeffrin PHM Siregar
3,831 kali dilihat
08/09/2015 | jeffrin PHM Siregar
3,467 kali dilihat
28/01/2016 | Jeffrin PHM Siregar
3,337 kali dilihat
12/05/2015 | Sentosa Lumban Toruan
3,217 kali dilihat
17/09/2015 | jeffrin PHM Siregar
2,134 kali dilihat

ArtikelPer Kategori