Budidaya Mina Padi, Tanam Padi Bonus Ikan

Namang- Kawasan Namang Kabupaten Bangka Tengah menjadi percontohan pertama budidaya mina padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Budidaya minapadi merupakan cara bercocok tanam yang memadukan pertanian dan budidaya ikan di lahan padi. Fadlin, Ketua Pokdakan Pacir Jaya II menerangkan awalnya sempat ragu untuk mengembangkan budidaya mina padi karena harus membagi areal sawah untuk lahan budidaya nila. "Setelah dijalani ternyata walaupun lahan dibagi untuk nila, produksi beras sama saja nggak berkurang," kata Fadlin saat ditemui humas di areal mina padi miliknya Kamis (05/04/2018).
Ia mengungkapkan bahkan bisa berhemat biaya penyemprotan gulma karena dengan mina padi tidak perlu menyemprot hama.
Dari luas areal mina padi miliknya yang seluas 5 x 40 meter persegi, Fadlin mengaku bisa panen beras sampai 1.6 ton sekali panen. "Dengan mina padi selain dapat beras 1.6 ton bonusnya ikan nila," ujar Fadlin sumringah.
Menurut dia untuk nila, sekali panen bisa sampai 350 kilogram. "Alhamdulillah juga untuk pemasaran tidak ada masalah, harga jual nila juga bagus 28 ribu per kilo, kami bahkan kewalahan melayani pembeli yang ingin membeli nila disini," ungkap Fadlin.
Meski demikian Fadlin menuturkan kalau ia masih harus banyak belajar budidaya mina padi ini. "Khususnya untuk mengatasi hama karena dengan adanya nila tidak boleh ada penyemprotan jadi harus banyak belajar lagi lah," tambah dia.
Sementara itu pengawas perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Vinia Fitri meminta pada Pokdakan agar tidak segan berkonsultasi pada penyuluh maupun dinas terkait, "Kalau ada kendala teknis jangan sungkan untuk berkoordinasi Insyaallah kami siap membantu," tutup Vinia.

Sumber: 
Humas DKP
Penulis: 
Mutiah Sahiddin
Fotografer: 
Mutiah Sahiddin
Editor: 
Benrony Amin
Tags: 
Mina Padi Babel | DkP Babel | Dinas Perikanan Bangka Tengah

Berita

02/01/2016 | Humas DKP (js)
1,023 kali dilihat
20/08/2015 | Humas DKP (js)
1,008 kali dilihat
05/11/2015 | Humas DKP (js)
908 kali dilihat
12/11/2015 | humas DKP(js)
689 kali dilihat