Budidaya Lele Sistem Bioflok, Waktu Panen Lebih Cepat Rasa Lebih Gurih

Koba- Kawasan Berok Bangka Tengah dicanangkan menjadi sentra budidaya lele dengan sistem Bioflok. Sebanyak 10 paket kolam percontohan diberikan oleh Pemkab Bangka Tengah pada Pokdakan Berok Barokah Makmur (BBM). Menurut keterangan salah satu anggota pokdakan BBM, Muhammad Isa, budidaya dengan sistem bioflok ini dirasa cukup menguntungkan karena dalam jangka waktu 2 bulan kelompok sudah bisa panen lele. "Keunggulan sistem bioflok ini diantaranya waktu panen yang lebih cepat dibandingkan dengan kolam tanah, dalam 2 bulan satu kolam bioflok yang ditebar 2000 benih ikan bisa panen sampai 30 kg ikan per kolam" ungkap Isa saat ditemui di kolam bioflok miliknya, Rabu (04/04/2018).
Isa menuturkan selain waktu panen yang lebih cepat, ikan lele yang dibudidaya dengan sistem bioflok juga memiliki keunggulan rasa dibandingkan dengan lele yang dibudidayakan di kolam tanah. "Rasa lelenya lebih gurih karena pakan yang diberikan juga bukan sembarang pakan, lele bioflok disini tidak pernah diberikan pakan perut ayam yang biasa diberikan orang untuk makan lele," ujar Isa.
Selain itu menurut dia kebersihan air kolam juga lebih terjaga hal itu lah yang membedakan cita rasa lele bioflok lebih enak.
Kepada Humas dan Pengawas Perikanan yang mengunjungi kawasan Budidaya Berok, Isa mengatakan jika sejak diberikan hingga saat ini Pokdakan sudah melakukan 3 kali panen. "Panen yang lalu sebagian kami berikan untuk konsumsi pada acara MTQ kemarin biar semakin berkah," imbuh Isa.
Pengawas Perikanan DKP Babel, Akhmad Jaya Firdaus menghimbau pada anggota Pokdakan Berok Berkah Makmur untuk terus menjaga komitmen membudidayakan lele dengan sistem bioflok, "Karena ini adalah bantuan harapannya bapak bisa meneruskan budidaya ini jangan sampai begitu stimulan atau bantuan habis selesai juga budidaya ikannya," imbuh Akhmad.
Pada kesempatan yang sama Kepala Seksi Pengawasan sumber Daya Perikanan DKP Babel, Helmina mengapresiasi program budidaya air tawar yang dilakukan Dinas Perikanan Bangka Tengah, menurutnya Dinas Perikanan Bangka Tengah merupakan Kabupaten yang cepat dalam mengadopsi inovasi bidang perikanan. "Selain Bioflok, Bangka Tengah juga sudah mengadakan percontohan mina padi, jadi Kabupaten Bangka Tengah termasuk cepat dalam inovasi budidaya." Kata Helmina.

Sumber: 
Humas DKP
Penulis: 
Mutiah Sahiddin
Fotografer: 
Mutiah Sahiddin
Editor: 
Benrony Amin
Tags: 
Budidaya Lele Bioflok | DKP Provinsi Babel | Dinas Perikanan Bangka Tengah

Berita

02/01/2016 | Humas DKP (js)
1,023 kali dilihat
20/08/2015 | Humas DKP (js)
1,008 kali dilihat
05/11/2015 | Humas DKP (js)
908 kali dilihat
12/11/2015 | humas DKP(js)
689 kali dilihat